Redaksi

"Mestinya ini tidak dilakukan. Saya akan sampaikan ke camat untuk dilakukan pembinaan"

"Sudah 10 kali tes, hasil tes ke-9 dan ke-10 sudah negatif. Ia merupakan seorang pasien tanpa gejala dari cluster kakek 90 tahun"

"Disetujui semua. Untuk kasus beragam, ada narkoba, kepabeanan, ITE, pencurian dan ada beberapa kasus lagi"

Tidak bisa langsung sekaligus, kita pelan-pelan agar tidak kebablasan, kita di awal sudah bagus jangan penghujung justru kita blunder, lebih baik orang mengatakan di awal tidak baik tapi penghujungnya apa yang dilakukan hasilnya baik"

“Meski sudah sembuh, pasien belum bisa dipulangkan karena harus menjalani observasi terlebih dahulu"

"Apabila pelaksanaan ibadah di rumah atau sarana ibadah ditetapkan, maka perlu penggunaan protokoler kesehatan dan pengawasan Covid-19 yang ketat"

"799 orang juga sudah menjalani Rapid Test Antibody, dimana hasilnya 787 orang negatif dan 12 orang reaktif Covid-19"

Seorang periset yang memimpin upaya Thailand memproduksi vaksin virus corona mengatakan berusaha menjadikan vaksin itu mudah diakses dan dengan harga terjangkau di Asia Tenggara, dan bisa memainkan peranan dalam mencegah kurangnya pasokan di seluruh dunia.

Pemerintah Thailand pekan lalu mengumumkan rencananya untuk memasarkan vaksin tahun depan setelah para periset di Universitas Chulalongkorn Bangkok, berhasil melakukan uji coba pada tikus.

"Kami tidak berniat mengambil keuntungan. Ini bukan urusan uang tapi akses ke vaksin itu," kata Kiat Ruxrungtham, direktur urusan pengembangan vaksin universitas tersebut.

Thailand melakukan uji coba eksperimen vaksin pada monyet mulai Sabtu (23/5). Itu adalah salah satu dari sedikitnya 100 vaksin potensial yang sedang dikembangkan di seluruh dunia.

Kelompok Kiat itu bermitra dengan para ilmuwan dan perusahaan-perusahaan biotek di Amerika Utara dan ingin memproduksi massal vaksin itu di Thailand, dengan harga yang lebih terjangkau disana dan di pasar-pasar di dekatnya seperti Indonesia, Malaysia, Laos, Vietnam dan Myanmar.

Thailand mencatat sedikit lebih dari 3.000 kasus virus corona dan 57 kematian, Thailand berhasil mengontrol penyebaran virus corona sebagian dan mulai melonggarkan beberapa pembatasan. [voaindonesia.com]

 

Sebuah klaster virus corona terdeteksi, Selasa (26/5), di sebuah kapal kargo yang sedang merapat di pelabuhan Fremantle, Australia Barat.

Enam dari 48 awak kapal dari Kuwait itu teruji positif virus corona empat hari setelah kapal pengangkut hewan ternak itu tiba dari Uni Emirat Arab, Jumat lalu, kata Gubernur Australia Barat Mark McGowan.

Keenam awak kapal itu saat ini sedang menjalani karantina di sebuah hotel di kota dekatnya, Perth, sementara para pejabat kesehatan sedang mempertimbangkan apa yang dilakukan terhadap para awak lain kapal itu, katanya.

Sekitar 56.000 ekor domba dari kapal kargo itu kini ditahan di kandang-kandang ternak dekat pelabuhan tersebut. Mereka akan dimasukkan kembali ke kapal dalam beberapa hari dan tidak akan dipulangkan ke ladang-ladang peternakan tempat mereka berasal karena peraturan karantina, kata McGowan.

Pihak berwenang memperkirakan, jumlah awak yang jatuh sakit di kapal kargo itu akan bertambah, dan kapal itu sendiri akan membutuhkan pembersihan menyeluruh sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan.

Kapal milik Kuwait ini meninggalkan Uni Emirat Arab pada 7 Mei dan diberi izin oleh Departemen Pertanian, Perairan dan Lingkungan Australia Rabu lalu, untuk melakukan transit di Freemantle meski empat awaknya menderita suhu badan tinggi 15 hari menjelang kapal itu merapat.

Pihak berwenang pelabuhan mengatakan, mereka baru mengetahui kemungkinan sejumlah awak kapal itu tertular virus corona pada Minggu, beberapa hari setelah kapal itu merapat sehingga tidak sempat memberi tahu pemerintah setempat sebelumnya.

Pihak berwenang kini sedang berkompromi dengan agen kapal itu untuk mengatur pemberangkatannya sesegera mungkin. [voaindonesia.com]

“Sesuai dengan protokol yang ada, kami juga tetap menjaga jarak, memakai masker dan juga mencuci tangan sebelum para Abdi Dalem atau Pengageng itu semua masuk dalam area Bangsal Sri Manganti"

Halaman 1 dari 205