Seorang pembeli memegang salinan Astonishing X-Men sambil mengantre untuk membeli buku komik di toko ritel buku komik di Manhattan, New York. Seorang pembeli memegang salinan Astonishing X-Men sambil mengantre untuk membeli buku komik di toko ritel buku komik di Manhattan, New York. (Foto: Reuters/Adrees Latif)

Bertahan di tengah pandemi COVID-19, industri komik jualan lewat streaming

Industri buku komik berupaya berkreasi dan inovasi agar tetap bertahan di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya pemilik toko komik, Aw Yeah Comics, Christina Blanch yang memilih menjadi pembawa acara TV malam.

Blanch sebanyak sembilan kali dalam seminggu menyiarkan streaming langsung dari toko komiknya yang ia tinggali di Muncie, Indiana, untuk menjual beberapa komik dan berinteraksi dengan pelanggan tetap.

Dia mengangkat cerita satu per satu, biasanya seharga $5 atau $10, dan mencatat alamat pembelinya. Ini cara untuk bertahan selama pandemi, tetapi juga menjaga semangat komunitas toko tetap hidup.

‘Avengers: Endgame’ cetak rekor dengan pemasukan perdana $1,2 miliar. Acara ini memiliki rasa kehangatan, dan perasaan bahwa kita saling memiliki-satu-sama lain karena berkat dari Tuhan. Ia memberi judul acaranya itu: “Apa yang Kita Lakukan di Toko Komik”.

Krisis akibat pandemi, yang juga dirasakan oleh toko-toko eceran lainnya, merupakan ancaman khusus terhadap toko buku komik, sebagai sebuah lembaga yang ikut mempromosikan budaya populer. 

Dewasa ini, pemilik toko komik berusaha untuk tetap bertahan dalam era hiburan digital dan tidak menyerah kepada pemodal besar (perusahaan). [ps/pp/voaindonesia.com]

000
Beri nilai
(0 Pilih)

Beri komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.