Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt dalam Konferensi Pers terkait penangkapan tersangka penyebar hoax soal virus corona di Mapolda Kepri pada Selasa (17/3). Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt dalam Konferensi Pers terkait penangkapan tersangka penyebar hoax soal virus corona di Mapolda Kepri pada Selasa (17/3). Foto: Dokumen Humas Polda Kepri

"Menjadi sebuah keprihatinan kita bersama, di tengah situasi seperti saat ini, kita berharap masyarakat bersatu padu untuk melawan Virus Corona, minimal jangan meyebarkan isu yang tidak benar, mari bersama-sama menciptakan suasana tenang di media sosial dan tidak menyebarkan Informasi atau berita-berita Hoax"

Batam, jurnalterkini.id - Subdit V Dittipidsiber Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil mengamankan tersangka penyebaran berita bohong (Hoax) tentang penyebaran wabah Virus Covid-19 (Corona) pada Selasa (17/3)

Tersangka ABK Kapal Calvin 1 yang berinisial H diduga telah melakukan penyebaran berita bohong tentang isu penyebaran wabah virus Covid-19 (Corona) melalui akun jejaring sosial di Facebook.

Dalam akun Facebook milik pribadi, tersangka membagikan link Youtu ke group Pelaut yang isi videonya mengatakan bahwa nakhoda CMA CGM Virginia Suspect Corona.

Tim Siber Polda Kepri melakukan tindakan pelaporan kepada Kemenkominfo dan menjelaskan bahwa berita itu bohong (Hoax) dan langsung bergerak mencari dan meringkus tersangka H yang melakukan penyebaran berita bohong tentang isu penyebaran Virus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau.

"Menjadi sebuah keprihatinan kita bersama, di tengah situasi seperti saat ini, kita berharap masyarakat bersatu padu untuk melawan Virus Corona, minimal jangan meyebarkan isu yang tidak benar, mari bersama-sama menciptakan suasana tenang di media sosial dan tidak menyebarkan Informasi atau berita-berita Hoax ", tutur Kabid Humas Polda Kepri.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka adalah 1 Unit Handphone, Sim Card, KTP dan Akun Facebook.


Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia No.1 Tahun 1946, tentang Peraturan Hukum Pidana dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 2 tahun, 3 tahun atau 10 tahun.(kn/siaran pers)

Beri nilai
(1 Pilih)

Beri komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.