Ilustrasi Ilustrasi foto: kompasiana.com

Niat mau rapat HPN, mobil jurnalis malah "dirampas" debt collector

"Tanpa menunjukan surat tugas dan surat kuasa serta sertifikasi profesi, oknum Debt collector langsung merampas kendaraan saya di jalan dengan tindakan yang tidak sopan"

Bekasi, jurnalterkini.id - Menjelang peringatan Hari Pers Nasional pada 9 April 2020, kalangan jurnalis mulai disibukkan dengan acara HPN, termasuk jurnalis Kabupaten Bekasi, Juheri dari Berita indonesianews.com dan rekannya www.liputan4.com mengalami nasib apes setelah mobil Nissan Grand Livina Nomor polisi B 421 RNI, "dirampas" oknum diduga "debt collector'.

Insiden tersebut terjadi saat keduanya dalam perjalanan menuju lokasi rapat HPN, tepatnya di Jl Infeksi Kalimalang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Mobil mereka dikepung tiga mobil, kemudian dirampas kuncinya, dan dipaksa ikut ke kantor, namun di tengah perjalanan diturunkan, Jumat (24/1/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut Juheri, peristiwa tersebut sudah dilaporkannya ke Polres hingga tiga kali, namun saran dari pihak Polres agar ke pihak bank terlebih dahulu.

Sementata pihak menerangkan, tutur Juheri, telah mengakui bahwa yang pihak mengambil mobilnya petugas dari Bank berdasarkan surat kuasa, namun sayang pada saat pengambilan tidak menunjukkan surat kuasa tersebut.

"Tanpa menunjukan surat tugas dan surat kuasa serta sertifikasi profesi, oknum Debt collector langsung merampas kendaraan saya di jalan dengan tindakan yang tidak sopan,” katanya kepada awak media, Rabu (29/1/2020).

Mendengar rekan seprofesinya mendapat perlakuan tidak mengenakan dari oknum debt collector , Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Jawa Barat, Jansen meminta pihak kepolisian menindaklanjutinya.

“Kami berharap Polres Metro Bekasi bereaksi, apabila ada masyarakat yang melaporkan tindakan perampasan kendaraan di jalan yang terjadi di wilayah hukum Polres Metro Bekasi, karena ini sangat meresahkan dan merugikan masyarakat, apalagi korbannya Insan Pers,” ujar Jansen.

Padahal, sesuai Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2011, yang berhak menarik unit kendaraan bermotor yang menunggak angsuran itu juru sita pengadilan dengan didampingi oleh kepolisian, bukan debt collector finance yang bersangkutan.

Dan juga dapat dijerat oleh Pasal 362 KUHP, Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Pasal 365 ayat (1) KUHP, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri.

Pasal 368, pasal 365 KUHP ayat 2, 3 dan junto pasal 335 yang berbunyi, tindakan leasing oleh Debt Collector/Mata Elang yang mengambil secara paksa kendaraan di rumah, merupakan tindak pidana pencurian. Jika pengambilan dilakukan di jalan, merupakan pidana perampasan. (Tim)

Beri nilai
(0 Pilih)

Beri komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.