Barang bukti yang di amankan dari tersangka P R alias M wanita Asal Negara Malaysia Barang bukti yang di amankan dari tersangka P R alias M wanita Asal Negara Malaysia Foto: Dok. Humas Polda Kepri

Wanita perekrut pekerja ilegal asal Malaysia dibekuk Ditreskrimum Polda Kepri

"Bahwa pada hari Rabu (22/1/20) diperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada seorang warga negara Malaysia yang sedang memasang iklan di media sosial FB dengan judul Lowongan Kerja Batam, dan dapat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia".

Batam, jurnalterkini.id - Tersangka berinisial P R alias M wanita asal Negara Jiran Malaysia yang berperan sebagai perekrut serta penjemput Pekerja Migran Ilegal (PMI) diamankan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri pada Kamis 23/1/2020 di pelabuhan Batam Centre dan berhasil menyelamatkan dua orang korban perempuan berasal dari Kota Batam.

Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt Kamis, menjelaskan, "Bahwa pada hari Rabu (22/1/20) diperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada seorang warga negara Malaysia yang sedang memasang iklan di media sosial FB dengan judul Lowongan Kerja Batam, dan dapat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia".

Menindaklanjuti hal tersebut dilakukan penyelidikan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan tim memperoleh informasi bahwa pelaku yang merupakan Warga Negara Malaysia akan datang langsung ke Kota Batam untuk merekrut dan menjemput PMI yang akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia.

Kemudian pada jam 15.00 WIB bertempat di Pelabuhan Batam Center, Kota Batam, tim berhasil menemukan dan mengamankan tersangka berinisial P R alias M, wanita warga Negara Malaysia dan satu orang saksi atas nama Cheryl Tai Xur Li, warga Negara Malaysia yang merupakan rekan pelaku serta menyelamatkan dua orang korban wanita asal Kota Batam atas nama Noviana dan Poibe, serta tim juga berhasil mengamankan barang bukti berupa paspor, tiket, dan boarding pass keberangkatan kapal dengan tujuan Batam-Situlang Laut, Malaysia.

Sampai saat ini, tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Untuk tersangka dijerat dengan pasal 81 dan 83 serta Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp15 miliar. (Siaran pers)

Beri nilai
(0 Pilih)

Beri komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.