Bupati Karimun Aunur Rafiq saat menandatangani deklarasi pembentukan Perkumpulan Urang Sunda (Paras) disaksikan Ketua Paras Wrachma Rachladi Adji di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun, Sabtu (11/1) malam. Bupati Karimun Aunur Rafiq saat menandatangani deklarasi pembentukan Perkumpulan Urang Sunda (Paras) disaksikan Ketua Paras Wrachma Rachladi Adji di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun, Sabtu (11/1) malam. foto: rdi

Bupati dukung rencana Paras ubah Payalabu jadi kampung wisata

"Kita sudah membicarakan rencana ini dengan warga di Payalabu. Nanti akan kita kembangkan menjadi kampung wisata, di sana akan ada wisata kuliner, wisata 'fashion', religi dan lainnya"

Karimun, jurnalterkini.id - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq mendukung rencana Perkumpulan Urang Sunda (Paras) yang akan mengubah Payalabu yang dulunya dikenal sebagai lokalisasi menjadi kampung wisata.

"Kita dukung dan menyambut baik rencana itu. Dengan dikembangkan sebagai kampung wisata, hal ini tentu akan mengubah paradigma negatif di Payalabu," kata Aunur Rafiq menanggapi program kerja kepengurusan Paras usai dilantik di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun pada Sabtu (11/1) malam lalu.

Bupati menyatakan dukungan yang akan diberikan bisa dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Dekranasda untuk wisata kulinernya, atau BMPTPQ untuk wisata religi dan sebagainya.

Dengan adanya kampung wisata di Payalabu, bupati berharap turut berdampak pada perekonomian masyarakat setempat, sebab aktivitas perdagangan menjadi tumbuh dan perputaran uang di kawasan tersebut juga mengalami peningkatan.

Sementara itu, Ketua Paras Wrachma Rachladi Adji mengatakan pembentukan kampung wisata di Payalabu menjadi salah satu program prioritas kepengurusan Paras untuk lima tahun ke depan.

"Kita sudah membicarakan rencana ini dengan warga di Payalabu. Nanti akan kita kembangkan menjadi kampung wisata, di sana akan ada wisata kuliner, wisata 'fashion', religi dan lainnya," kata Adji.

Adji mengatakan, Paras merupakan perkumpulan orang Sunda yang bergerak di bidang sosial dan budaya. Para menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas dan sumber daya manusia yang pada gilirannya mengangkat taraf hidup orang Sunda di Karimun. (rdi)

Beri nilai
(0 Pilih)

Beri komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.