Ilustrasi Ilustrasi Foto: internet

Sebanyak 402 istri gugat cerai suami selama 2019

"Dari 402 perkara yang dimohonkan oleh istri itu, 348 perkara dikabulkan oleh hakim. Sebaliknya untuk cerai atas permintaan dan dikabulkan hakim sebanyak 97 perkara"

Karimun, jurnalterkini.id - Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mencatat sebanyak 402 istri telah mengugat cerai suami selama 2019.

Gugat cerai yang diajukan istri rata-rata disebabkan suami meninggalkannya tanpa adanya kejelasan," kata petugas Layanan Penyerahan Produk Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun Nor Rofil di Tanjung Balai Karimun beberapa hari lalu.

Nor Rofil menjelaskan selama 2019, total perkara perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun sebanyak 511 perkara, naik sekitar 2 persen dibandingkan 2018 sebanyak 502 perkara.

Sebanyak 445 perkara dari perkara sebanyak itu, menurut dia telah diputus cerai atau dikabulkan oleh majelis hakim, sisanya 66 perkara dicabut kembali oleh pemohon dan permohonan ditolak majelis.

Menurut dia, dari 511 perkara tersebut, sebanyak 402 merupakan perkara gugat cerai atas permohonan istri, sedangkan gugat cerai atas permintaan suami sebanyak 109 perkara.

“Dari 402 perkara yang dimohonkan oleh istri itu, 348 perkara dikabulkan oleh hakim. Sebaliknya untuk cerai atas permintaan dan dikabulkan hakim sebanyak 97 perkara,” katanya.

Penyebab kasus perceraian selama 2019, sebagian besar karena alasan ghaib, yaitu salah satu pihak telah pergi dan tidak diketahui tempat tinggalnya.

Penyebab lain karena perselisihan dan pertengkaran, dan faktor ekonomi.

Rata-rata usia pernikahan pasangan suami-istri yang memutuskan untuk bercerai adalah 10 tahun. (ps)

Beri nilai
(0 Pilih)

Beri komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.