Banjir pada awal tahun merendam 169 lokasi di wilayah Jabodetabek Banjir pada awal tahun merendam 169 lokasi di wilayah Jabodetabek (foto courtesy: BNPB).

169 wilayah di Jabodetabek, Jabar, dan Banten banjir, 16 Meninggal

Sedikitnya 169 wilayah di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), Jawa Barat dan Banten dilanda banjir, enam belas orang meninggal dunia, dan operasi kereta api terganggu dan jalan utama menuju ke bandara internasional Soekarno-Hatta ditutup.

Jakarta, jurnalterkini.id - Awal tahun 2020, warga ibu kota Jakarta, Jawa Barat dan Banten mendapat kado miris: banjir dahsyat, yang di sebagian daerah bahkan mencapai 2,5 meter.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB banjir hari Rabu (1/1) merendam 169 lokasi di Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi), Jawa Barat dan Banten. Lokasi banjir terbanyak adalah di Jawa Barat, yang mencapai 97 lokasi. Disusul DKI Jakarta dengan 63 lokasi dan Banten dengan 9 lokasi.

Lokasi dengan banjir paling parah adalah Kota Bekasi dengan 53 lokasi, Jakarta Selatan dengan 39 lokasi, Kabupaten Bekasi dengan 32 lokasi dan Jakarta Timur dengan 13 lokasi.

BNPB mengkonfirmasi bahwa sedikitnya 16 orang meninggal dunia, baik karena tersengat listrik, terseret banjir, tertimpa tanah longsor atau karena hipotermia. Korban terbanyak berasal dari DKI Jakarta, yaitu 8 orang.

Ruas Jalan Menuju Bandara Lumpuh, Operasi Kereta Api Terganggu

Akibat banjir ini sebagian besar jalan utama di ibu kota tidak bisa dilewati, termasuk jalan utama menuju ke bandara internasional Soekarno-Hatta, baik jalan tol Sedyatmo, maupun jalan Arteri Grogol, yang terendam banjir antara 50-60 sentimeter.

Kondisi lebih parah terjadi di bandara Halim Perdanakusuma, di mana beberapa runway atau landasan pacu digenangi air setinggi 30 sentimeter sehingga mengganggu aktivitas lepas landas maupun mendarat.

Sementara pengguna jasa kereta api dihimbau untuk mengatur keberangkatannya menuju stasiun beberapa jam lebih awal agar tidak tertinggal kereta. Meskipun demikian beberapa kereta api tetap terlambat berangkat, antara lain kereta api yang sedianya menuju ke Semarang, Surabaya, Bandung, Yogyakarta dan Kutoarjo.

Gubernur Instruksikan Jajarannya Kendalikan Dampak Banjir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai memeriksa kondisi pintu air Manggarai Rabu pagi memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengendalikan dampak banjir.

“Saya instruksikan kepada seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk turun tangan langsung, datangi kantor kelurahan terdekat, bekerja di bawah koordinasi para lurah, membantu untuk menyelamatkan warga. Siapkan evakuasi warga terdampak. Pastikan tempat-tempat pengungsian segera siap," perintah Anies.

Ia menambahkan, "Seluruh kantor pemerintah dan sekolah harus siap menjadi tempat pengungsian. Siapkan dapur umum, siapkan pos kesehatan dan pastikan semua petugas kesehatan, makanan siap saji, air minum, alas tidur, toilet umum dan kebutuhan dasar lainnya harus dalam posisi siap. Pastikan keamanan warga di tempat tinggal dan di jalan aman. Pastikan warga terbebas dari bahaya listrik, pohon tumbang, dan yang semacamnya.”

Lebih 19.000 Orang Mengungsi

Dalam keterangan pers Rabu (1/1) sore Anies Baswedan mengatakan sebanyak 19.079 orang di Jakarta mengungsi akibat banjir. Perinciannya adalah warga yang berasal dari Jakarta Timur mencapai 9.248 orang, Jakarta Selatan 5.100 orang, Jakarta Barat 3.533 orang, Jakarta Utara 888 orang dan Jakarta Pusat 310 orang.

Tanpa pilih kasih banjir merendam sebagian besar permukiman warga, baik di Perum Beta Lestari, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, yang mencapai 2,5 meter; hingga kediaman mewah penyanyi Yuni Shara di Ragunan. Pelantun “Hilang Permataku” itu memasang foto banjir yang menggenangi rumahnya sambil mengenakan sepatu boot.

Foto-foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan mobil-mobil yang terendam, dan sebagian bahkan hanyut terbawa arus banjir. Sejumlah ular berukuran besar juga ditemukan warga di tengah-tengah arus banjir.

BPBD DKI Jakarta Update Informasi Secara Reguler

Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta lewat Twitter secara reguler memberikan update informasi ketinggian air di sejumlah pintu air, juga ketinggian gelombang dan kecepatan angin. Diperkirakan hujan lebat dan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi pada hari Kamis (2/1).

Sumber: voaindonesia.com

Beri nilai
(0 Pilih)

Beri komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.