Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto bersama pimpinan dan perwakilan sejumlah instansi memusnahkan pil ekstasi dengan cara dilumat menggunakan blender, Jumat (4/10) di Mapolres Karimun. Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto bersama pimpinan dan perwakilan sejumlah instansi memusnahkan pil ekstasi dengan cara dilumat menggunakan blender, Jumat (4/10) di Mapolres Karimun. foto:rdi

Kapolres Karimun tantang jajaran ungkap kasus narkoba lebih besar

Karimun (Jurnal) - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto menantang jajarannya untuk mengungkapkan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang lebih besar dari kasus 3.950 butir pil ekstasi yang dimusnahkan di Mapolres Karimun, Jumat (4/10).

"Mudah-mudahan ke depan yang lebih besar lagi. Bisa ya?" ucap Kapolres yang serempak dijawab "siap" oleh jajarannya dari Satresnarkoba saat memberikan sambutan dalam acara pemusnahan barang bukti pil ekstasi tersebut.

Kapolres mengatakan, pemberantasan kasus narkoba merupakan tugas bersama sehingga Bumi Berazam bisa bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Pemusnahan pil ekstasi tersebut, menurut dia, merupakan salah satu wujud komitmen kepolisian dalam memberantas narkoba.

Pil ekstasi yang dimusnahkan tersebut merupakan salah satu kasus besar yang berhasil diungkap jajarannya, yang disita dari tersangka IS.

IS ditangkap Satresnarkoba di depan rumahnya di Jalan H Arab, Gang Sudjab, Sei Lakam Timur pada Selasa (10/9).

Dari tangan IS, polisi mengamankan 3.950 butir ekstasi warna biru merek Lego, 446 butir pil erimin lima atau happy five dan dua paket kecil sabu-sabu.

Namun, barang bukti yang dimusnahkan adalah pil ekstasi sebanyak 3.389 butir, sisanya sebanyak 111 butir digunakan untuk pemeriksaan di laboratorium forensik dan pembuktian di persidangan, termasuk juga 446 butir happy five dan dua paket kecil sabu-sabu.

"Menurut pengakuan tersangka IS, barang bukti tersebut berasal dari A yang kita tetapkan sebagai DPO. Kita akan cari A ini," kata dia.

Pemusnahan 3.389 pil ekstasi tersebut dilakukan dengan cara dilumat dengan blender dan dibuang ke dalam "septic tank" atau tempat pembuangan tinja. (rdi)

Beri nilai
(0 Pilih)

Beri komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.