Abdurrahman Abdurrahman foto:dokumentasi pribadi

Kasus tanah di Coastal Area, Abdurrahman optimistis menangi gugatan

Karimun (Jurnal) - Seorang warga Teluk Air, Kecamatan Karimun, Abdurrahman optimistis memenangi gugatan terkait sengketa atas satu bidang tanah di kawasan Coastal Area, kawasan yang diproyeksikan pemerintah daerah sebagai kawasan perekonomian baru di Kabupaten Karimun.

"Saya optimistis karena tanah itu sah milik saya. Karena itu saya mengajukan gugatan secara perdata ke Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun," kata Abdurrahman di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Abdurrahman mengajukan gugatan secara perdata dengan tergugat Kasdi Hermanto di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun.

Abdurrahman menyatakan keputusannya untuk menggugat secara perdata karena ia merasa dirugikan atas terbitnya Sertifikat Hak Milik (SHM) No 0087 tertanggal 11 Oktober 1992 atas nama Kasdi Hermanto, dengan luas 19.849 meter persegi.

"Penerbitan SHM tersebut juga sudah kami gugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang, dengan tergugat Kantor Pertanahan Kabupaten Karimun dan Kasdi Hermanto selaku Tergugat Intervensi," tuturnya.

Dia menuturkan, Majelis hakim PTUN Tanjungpinang yang diketuai Marsinta Uli Saragih dengan hakim anggota Ali Anwar dan Debora D.R Parapat telah mengeluarkan putusan yang dibacakan pada 15 Juli 2019 yang isinya mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya, menyatakan batal SK yang dikeluarkan Kantor Pertanahan Karimun, yaitu SHM No 0087 atas nama Kasdi Hermanto, mewajibkan tergugat mencabut SHM tersebut, dan mewajibkan tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp8.349.000.

"PTUN Tanjungpinang memperkuat legal standing saya selaku pemilik lahan yang saya beli dari Dedi Prantawan pada 26 Desember 2016, berdasarkan surat pelepasan hak No 57.593/1993 tanggal 14 Januari 1998," katanya.

Tanah tersebut, menurut dia, berlokasi di Jalan Kampung Baru, Kecamatan Tebing dengan teregister di Kelurahan Tebing dengan No 619/593/1996 dan register di Kantor Camat Karimun No 57/593/1996 dengan luas 1.600 meter persegi.

Hanya saja, Abdurrahman mempertanyakan keterangan dua saksi dalam persidangan, yaitu saksi RW dan lurah yang menyebutkan bahwa tanahnya berada di luar tanah dengan SHM No 0087 atas nama Kasdi Hermanto.

"Pernyataan RW dan lurah ini juga disampaikan dalam persidangan di PTUN. Tapi mereka tidak memberikan bantahan sewaktu majelis hakim melakukan sidang lapangan (pemeriksaan setempat), untuk mengecek batas-batas dan sempadan lahan," tuturnya.

Dalam pemeriksaan setempat yang dilakukan majelis hakim PTUN Tanjungpinang, kata dia, terungkap bahwa tanah miliknya itu termasuk dalam SHM No 0087 atas nama Kasdi Hermanto, dan tidak ada bantahan dari RW dan lurah yang sebelumnya memberikan kesaksian dalam persidangan.

"Beberapa waktu lalu, kami juga sudah menggelar pertemuan di kantor camat. Waktu itu saya minta lurah dan RW turun ke lapangan. Tolong tunjukkan mana saja sempadan tanah saya, kalau memang tanah saya itu berada di luar SHM No 0087," katanya.

Dia meyakini majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun bisa menilai keterangan dua saksi tersebut, apalagi sudah ada putusan PTUN Tanjungpinang yang membatalkan SHM 0087 atas nama Kasdi Hermanto.

Abdurrahman menambahkan kasus tanah yang dihadapinya juga sudah disampaikan ke Ombudsman Perwakilan Provinsi Kepri.

"Sudah ada berita acara dari ombudsman, tapi ombudsman tidak akan menanganinya lebih lanjut karena masalah ini sudah masuk ke pengadilan," kata dia.

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun Yudi Rozadinata membenarkan adanya gugatan perdata yang diajukan Abdurrahman dengan tergugat Kasdi Hermanto.

"Ya, ada terkait permasalahan tanah. Senin depan kita bersidang, tapi saya lupa agendanya, apakah kesimpulan atau pembacaan putusan," ujar Yudi melalui sambungan telepon.

Yudi enggan menanggapi perihal keterangan para saksi karena sudah termasuk pokok perkara yang menjadi kewenangan majelis hakim.

"Saya tidak bisa komentar, apalagi saya termasuk hakim anggotanya," kata dia.

Beri nilai berita ini
(0 Suara)

Berita terkait

Tinggalkan komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.