Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan jajaran memperlihatkan barang bukti sabu-sabu yang dimusnahkan, Senin (30/9). Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan jajaran memperlihatkan barang bukti sabu-sabu yang dimusnahkan, Senin (30/9). foto: Dokumentasi Humas Polda Kepri

Polda Kepri musnahkan 32 kilogram sabu-sabu

Batam (Jurnal) – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau memusnahkan sabu-sabu sebanyak 32 kilogram yang merupakan barang bukti dari tiga kasus dengan tujuh tersangka.

Pemusnahan dilaksanakan di Mapolda Kepri, Senin (30/9) dipimpin Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah didampingi Irwasda Polda Kepri, Dir Resnarkoba Polda Kepri, Dir Polair Polda Kepri, Kabid Propam Polda Kepri, perwakilan dari BNN Provinsi Kepri, LSM Granat, dan perwakilan mahasiswa.

Wakapolda Kepri mengatakan selama Agustus 2019, Ditresnarkoba Polda Kepri telah menangani 3 Laporan Polisi yang terjadi di wilayah Kepulauan Riau dengan mengamankan 7 tersangka dengan total keseluruhan barang bukti yang didapat sebanyak 33.170,3 (tiga puluh tiga ribu seratus tujuh puluh koma tiga) gram sabu dan 18 (delapan belas) butir ekstasi.

Sabu-sabu yang dimusnahkan dengan menggunakan mobil incinerator sebanyak 32.063,2 gram, sedangkan sisanya seberat 1.107,1 gram sabu dan 18 (delapan belas) butir ekstasi disisihkan untuk dikirim ke Labfor Cabang Medan dan untuk pembuktian di persidangan.

Semenata, ketujuh tersangka masih dalam proses penyidikan dan dikenakan Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 113 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tentang Narkotika.

"Dengan ancaman Hukuman yaitu Hukuman mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun/paling lama 20 tahun," ujar Wakapolda.

Dari narkotika yang dimusnahkan dapat disimpulkan apabila 1 (satu) gram sabu diasumsikan dapat digunakan oleh 5 (lima) orang pengguna, sehingga jumlah orang yang dapat diselamatkan adalah : 165.851 (seratu enam puluh lima ribu delapan ratus lima puluh satu) orang/jiwa. (siaran pers)

Beri nilai berita ini
(0 Suara)

Berita terkait

  • Kemenag Bekasi dukung sosialisasi pencegahan bahaya narkotika

    Bekasi (Jurnal) - Dukungan dari berbagai pihak mulai mengalir, baik dari tokoh masyarakat, pemerintah, kepala desa, dan para pencinta LAN kepada Lembaga Anti Narkotika di Kabupaten Bekasi, banyak pihak mulai menyadari bahwa bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati.

  • Polresta Barelang amankan 47 WNA diduga menipu dan memeras

    Batam (Jurnal) – Sebanyak 47 orang Warga Negara Asing asal Tiongkok dan Taiwan diamankan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang Batam, Polda Kepulauan Riau karena diduga melakukan praktik penipuan dan pemerasan terhadap Warga Negara Tiongkok yang berada di negaranya RRT.

  • Polres Bintan musnahkan sabu-sabu sebanyak 114,7 kilogram

    Batam (Jurnal) – Kepolisian Resor Bintan, Polda Kepulauan Riau (Kepri) memusnahkan barang bukti hasil pengungkapan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 114,7 kilogram di Mapolres Bintan, Selasa (17/9).

  • Polres Bintan ungkap penyelundupan 119 kg sabu-sabu

    Bintan (Jurnal) - Kepolisian Resor Bintan, Polda Kepulauan Riau mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 119 kilogram yang melibatkan jaringan internasional dan antarprovinsi.

Tinggalkan komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.