Anggota parlemen Inggris, Amber Rudd, melewati beberapa pengunjuk rasa anti-Brexit saat meninggalkan kantornya di London, 2 September 2019. Anggota parlemen Inggris, Amber Rudd, melewati beberapa pengunjuk rasa anti-Brexit saat meninggalkan kantornya di London, 2 September 2019.

Inggris dilanda pertempuran politik soal brexit

Inggris kini bersiap-siap untuk menghadapi pekan pertempuran politik yang eksplosif yang bisa menjadi krusial terkait upaya Inggris keluar dari Uni Eropa dan dalam menentukan nasib Perdana Menteri baru Boris Johnson.

Protes berlangsung di seluruh negeri dalam beberapa hari terakhir terhadap keputusan Johnson untuk menangguhkan atau menskors parlemen, yang dijadwalkan akan mulai berlaku hanya dalam waktu seminggu lagi.

Anggota parlemen kembali dari liburan musim panas hari Selasa, ketika sebagian anggota parlemen akan berusaha mengambil alih kontrol Parlemen untuk mencegah Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan. Analis Tony Travers dari "London School of Economics and Political Science" mengatakan setelah berbulan-bulan bermanuver, pertikaian akhirnya tidak bisa dielakkan,

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan jika opsi keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan diblokir maka itu akan memberikan kesempatan kepada Uni Eropa untuk menggunakan aturan mainnya sendiri.

Perdana menteri itu telah mengancam bahwa anggota parlemen Konservatif yang memblokir Brexit tanpa kesepakatan tidak akan dipilih lagi dalam pemilihan berikutnya.

Sumber: voaindonesia.com

Beri nilai berita ini
(0 Suara)

Tinggalkan komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.