Kotak pengiriman barang dari UPS (United Parcel Service) mengantarkan barang dari Amazon.com di Palo Alto, California, 12 Juli 2016. (Foto: dok). "Amazon Prime Day" tahun ini akan jatuh pada tanggah 15 dan 16 Juli 2019. Kotak pengiriman barang dari UPS (United Parcel Service) mengantarkan barang dari Amazon.com di Palo Alto, California, 12 Juli 2016. (Foto: dok). "Amazon Prime Day" tahun ini akan jatuh pada tanggah 15 dan 16 Juli 2019.

Amazon Prime Day jadi pemain besar pengecer di dunia maya

"Amazon Prime Day" kini telah berubah menjadi fenomena besar yang bergabung dengan sejumlah pengecer yang bersaing dengan raksasa perdagangan dunia maya alias online Amerika Serikat (AS) lainnya.

Jaringan pengecer online (daring) "Amazon Prime Day", sekarang terdapat di 17 negara, akan dibuka hari Senin (15/7) dan Selasa (16/7), dengan menampilkan konser Taylor Swift melalui video yang direkam sebelumnya dan promosi berbagai produk dan layanan.

Pengecer saingannya termasuk Walmart, Target dan eBay menawarkan versi mereka sendiri dari acara blockbuster.

Menurut kelompok pelacak RetailMeNot, sekitar 250 pengecer akan menawarkan promosi yang bertujuan untuk memperluas pangsa pasar mereka, menjelang musim belanja “go back to school” atau belanja menjelang tahun ajaran baru sekolah yang penting.

"Pertengahan Juli merupakan salah satu waktu paling sepi bagi pengecer, dan Prime Day benar-benar mengubah dinamika," kata Andrew Lipsman dari kantor riset eMarketer.

Penjualan Prime Day untuk Amazon diperkirakan mencapai $5 miliar tahun ini, naik dari $3,2 miliar pada tahun 2018, yang waktu itu merupakan acara belanja dunia terbesarnya, kata analis JP Morgan, Doug Anmuth dalam catatan penelitian.

Sumber: voaindonesia.com

Beri nilai berita ini
(0 Suara)

Berita terkait

Tinggalkan komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.