Dari kiri ke kanan: Juru Bicara Badan Atom Iran Behrouz Kamalvandi, Juru Bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menghadiri konferensi pers di Teheran, Iran, 7 Juli 2019. Dari kiri ke kanan: Juru Bicara Badan Atom Iran Behrouz Kamalvandi, Juru Bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menghadiri konferensi pers di Teheran, Iran, 7 Juli 2019.

Iran Sedang Perkaya Uranium ke Kadar Lebih Tinggi

Iran mengatakan telah melakukan pengayaan uranium hingga mencapai kadar 4,5 persen, melewati batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam perjanjian yang bertujuan mengekang pengembangan senjata nuklir Teheran.

Iran mengatakan pihaknya bisa saja mempertimbangkan pengayaan uranium hingga 20 persen sebagai langkah selanjutnya dalam tindakannya untuk tidak mematuhi komitmennya di bawah perjanjian nuklir, kecuali jika mendapat bantuan yang diinginkannya dari negara-negara penandatangan perjanjian itu ntuk mengatasi efek melumpuhkan dari sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Donald Trump setelah Amerika mengundurkan diri dari pakta itu tahun lalu.

Pengayaan uranium hingga lima persen sudah cukup untuk menghasilkan bahan bakar sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi masih jauh di bawah 90 persen yang dibutuhkan untuk membangun senjata nuklir.

Badan pengawas atom PBB mengatakan sedang dalam proses memverifikasi klaim Iran bahwa mereka telah melanggar batas pengayaan tersebut.

Uni Eropa, salah satu penandatangan kesepakatan dengan Iran, mengatakan “sangat prihatin” dengan tindakan Teheran itu.

Rusia mengatakan prihatin dengan tindakan Iran, tetapi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan telah memperingatkan bahwa penarikan diri yang dilakukan oleh Trump dari pakta itu akan memiliki konsekuensi negatif bagi keamanan global.

Trump memperingatkan Iran pada hari Minggu agar “berhati-hati.”

Dia tidak memberikan rincian kepada para wartawan mengenai reaksi spesifik yang hendak dipertimbangkan oleh pemerintahannya, tetapi menegaskan kembali posisi bahwa “Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir."

Sumber: voaindonesia.com

Beri nilai berita ini
(0 Suara)

Tinggalkan komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.