Presiden Donald Trump berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih, Washington, 22 June 2019. Presiden Donald Trump berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih, Washington, 22 June 2019. foto: VoA

Presiden AS Donald Trump, Sabtu (22/6), mengatakan sanksi-sanksi "besar" baru terhadap Iran rencananya akan diberlakukan mulai Senin (24/6). Trump tidak memberikan rincian sanksi baru tersebut.

Dari tempat peristirahatan presiden di Camp David, Trump mengumumkan langkah itu lewat twitter, mengatakan, "Iran tidak boleh punya Senjata Nuklir," dan bahwa sanksi-sanksi akan segera dihapus apabila negara itu menjadi "negara yang produktif dan sejahtera lagi."

Dia berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih sebelum berangkat ke Camp David. Dia mengatakan begitu Teheran setuju untuk melepaskan senjata nuklir, "Saya akan menjadi sahabat mereka."

Nada Trump melunak pada Sabtu (22/6) setelah ketegangan seminggu antara AS dan Iran.

Kekhawatiran akan kemungkinan konfrontasi bersenjata antara AS dan Iran telah meningkat sejak para pejabat AS baru-baru ini menyalahkan Teheran atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Selat Hormuz, tuduhan yang dibantah Teheran, serta penembakan kapal nirawak AS oleh Iran pekan ini.

Sumber: voaindonesia.com

Beri nilai berita ini
(0 Suara)

Berita terkait

  • Presiden Trump Tuduh Kongres Takut dengan NRA

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meminta anggota Kongres agar menyetujui rancangan undang-undang mengenai pengendalian kepemilikan senjata untuk mencegah penembakan di sekolah, dua minggu setelah 17 orang tewas di sebuah SMA di Florida.

  • Presiden Trump Bantah Berita Ancaman Mundur Menlu Tillerson

    Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Menteri Luar Negeri Rex Tillerson “tidak pernah mengancam akan mengundurkan diri” dan menyebut berita mengenai ketegangan di antara mereka berdua sebagai “berita palsu.”

  • AS akan Jual Senjata $100 Milyar kepada Arab Saudi

    Dalam kunjungan Presiden Donald Trump selama tiga hari ke Arab Saudi, ia akan mengungkapkan kontrak penjualan senjata bernilai 100 milyar dollar kepada kerajaan di Timur Tengah itu, dan para pemimpin Saudi telah mengundang puluhan pemimpin dari negara-negara Islam untuk bertemu dengan Trump.

  • Trump Berencana Tanyai Pengalaman Pemimpin Jerman

    Presiden Amerika Donald Trump berencana menanyai Kanselir Jerman Angela Merkel mengenai pengalamannya menghadapi Presiden Rusia Vladimir Putin saat kanselir itu berkunjung ke Gedung Putih, Selasa (14/3).

Tinggalkan komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.