M Hadi Siswanto S.H.I bersama istri M Hadi Siswanto S.H.I bersama istri foto: istimewa

M Hadi Siswanto, pengusaha karet jadi legislator termuda di DPRD Karimun

PESTA demokrasi Pemilu 17 April 2019 dengan segala hingar-bingarnya telah usai, ditandai dengan dilantiknya 30 caleg terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau untuk periode 2019-2024.

Ketigapuluh caleg terpilih itu dilantik dan diambil sumpah oleh Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun Joko Dwi Hatmoko dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Karimun, Kamis (29/8) yang lalu.

Dari 30 nama yang dilantik, terdapat satu nama yang paling muda dari caleg-caleg terpilih lainnya. Dia adalah Muhammad Hadi Siswanto S.H.I, calon anggota legislatif (caleg) Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan Karimun 3.

Adi, putra tokoh masyarakat sekaligus pengusaha karet di Desa Sungai Ungar ini, memang salah satu dari 12 wajah baru di DPRD Karimun, tapi dia bukanlah pemain baru dalam panggung politik di Kabupaten Karimun.

Pada Pemilu 2014, Adi pernah menjadi Ketua Tim Relawan Pemenangan Ing Iskandarsyah, anggota DPRD Provinsi Kepri yang tidak lain saudara sepupunya.

Setelah berhasil mengantarkan saudara sepupunya ke DPRD Kepri, Sarjana Hukum Perdata Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini vakum dari kancah politik, dan lebih memilih menekuni usaha perkebunan karet.

Baru pada akhir 2016 dia kembali aktif berpolitik setelah diminta langsung oleh tokoh-tokoh masyarakat Desa Sungai Ungar, agar dia maju mewakili aspirasi masyarakat di lembaga legislaitf.

"Waktu itu saya belum mau menerima begitu saja. Setelah penuh pertimbangan dan mendapatkan restu dari orang tua, baru saya menerima permintaan itu," ujar suami dari Nurlaila dan ayah dari Dzaka Sahki Annaufal, Wirda Rahmania Almahira dan Kayla Adzkia Nahda ini.

M Hadi Siswanto berfoto bersama istri dan keluarga usai dilantik sebagai anggota DPRD Karimun.
M Hadi Siswanto berfoto bersama istri dan keluarga usai dilantik sebagai anggota DPRD Karimun. (foto: istimewa)

Adi memutuskan untuk bergabung di Partai Amanat Nasional (PAN) yang kala itu dipimpin Anwar dan dalam tahap pembenahan konsolidasi internal secara menyeluruh. Adi langsung bergabung dalam kepengurusan di DPC Kecamatan Kundur.

Adi mulai memperkenalkan diri ke seluruh pelosok dimulai dari Desa Sungai Ungar sebagai tempat kelahirannya sampai masuk ke setiap penjuru di dapil 3 ini, yang terdiri dari Kecamatan Kundur, Kundur Utara, Kundur Barat, Belat dan Kecamatan Ungar.

Dan akhirnya pada 17 April, tepatnya pemilu serentak, dia bisa memperoleh suara pribadi sebanyak 1.543 suara. Dengan perolehan suara sebanyak itu cukup untuk mengantarkannya untuk menduduki kursi di DPRD Karimun.

"Alhamdulillah, pelantikan ini menjadi titik awal bagi saya untuk menunaikan amanah masyarakat yang dipercayakan pada saya. Mohon doa dan dukungannya agar saya bisa melaksanakan tugas dengan baik," kata pria kelahiran Sungai Ungar pada 25 Agustus 1994 yang silam.

M Hadi Siswanto dan motor kesayangannya.
M Hadi Siswanto dan motor kesayangannya.

PAN, pada pemilu 2019 ini memperoleh 3 kursi di DPRD Karimun. Dan memperoleh 4 besar dari perolehan suara se-Kabupaten Karimun. Menjadi tugas besar bagi saya dan kawan kawan untuk berjuang merebut perolehan suara 3 besar di pemilu mendatang tepatnya 2024.

Dengan posisi PAN memperoleh suara 4 besar dan mendapatkan 3 kursi di DPRD Karimun menjadikan PAN memperoleh satu fraksi di DPRD.

Adi ditunjuk oleh partai menjadi sekretaris fraksi di DPRD Karimun. Dan dia juga ditugaskan partai untuk duduk di komisi II, sesuai dengan program beliau pada saat kampanye akan konsen pada pemberdayaan ekonomi petani di Pulau Kundur.

Adi, pengusaha karet dari Pulau Kundur menjadi anggota DPRD Karimun termuda, Pelantikannya sebagai wakil rakyat menjadi kado ulang tahun yang ke-35 baginya.

Selamat bertugas menjalankan amanah masyarakat Pak Adi! (rdi)

000
Beri nilai berita ini
(3 Suara)

Tinggalkan komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.