Gandang Tasa PKDP Karimun tampil dalam pawai obor HUT RI ke-74 di Coastal Area Tanjung Balai Karimun, Jumat (16/8) malam. Gandang Tasa PKDP Karimun tampil dalam pawai obor HUT RI ke-74 di Coastal Area Tanjung Balai Karimun, Jumat (16/8) malam. Foto: Istimewa

Gandang Tasa PKDP di Hari Kemerdekaan

KARIMUN miniatur Indonesia, berbagai suku, agama, ras dan golongan hidup berdampingan dengan damai di tengah perbedaan dan keanekaragaman budaya.

Perbedaan budaya dan adat istiadat itu menjadi perekat membaurnya segenap warga Karimun yang berbilang suku dalam rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019.

Salah satunya warga dari suku Minang, khususnya yang tergabung dalam Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) tidak ketinggalan menampilkan keseniannya dalam pawai obor HUT RI ke-74 di Coastal Area Tanjung Balai Karimun, Jumat (16/8) malam.

Rombongan pawai obor yang dipimpin langsung Ketua PKDP Karimun Amril Tanjung alias Alen menampilkan kesenian "gandang tasa" khas Pariaman.

"Kita menampilkan gandang tasa untuk memperkenalkan seni budaya sekaligus menghibur para pengunjung dari kami urang Piaman yang menjadi bagian dari masyarakat Karimun , “ ucap Amril Tanjung.

Gandang tasa merupakan permainan musik anak nagari khas Pariaman yang terdiri dari enam buah tambur (gendang) dan satu buah tasa.

Menurut Alen, alat musik gendang menurut sejarahnya berasal dari sisa-sisa kayu yang digunakan Nabi Nuh untuk membuat kapal di tanah Arab yang hanyut ke pantai Sumatera Barat.

Alen menuturkan gandang tasa biasanya ditampilkan pada acara pernikahan saat mengarak rombongan pengantin, atau menyambut tamu kehormatan, sama seperti kompang dalam adat Melayu.

“Gandang Tasa sarana untuk memanggil orang untuk datang, “ ujar Alen.

Kehadiran gandang tasa dalam rombongan PKDP menarik perhatian dan tepuk tangan warga dan para undangan yang mengikuti pawai obor yang dilepas Bupati Karimun Aunur Rafiq. (rdi)

Dibaca 73 kali Terakhir diubah pada Minggu, 18 Agustus 2019 17:29
Beri nilai berita ini
(0 Suara)

Tinggalkan komentar

Pastikan Anda memasukkan semua informasi yang diperlukan, ditandai dengan tanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.